Jamaah haji makin doyan foto selfie
Add caption |
Merdeka.com - Seiring perkembangan teknologi telepon seluler (ponsel), kata 'selfie' kini makin santer terdengar di seluruh dunia, tak terkecuali di tanah suci saat pelaksanaan haji.
Di depan Kabah di Masjidil Haram, para jamaah kini kerap menyempatkan waktu berfoto selfie dengan memakai ponsel.
"Saya berfoto selfie dengan latar belakang Kabah buat dipajang diFacebook supaya keluarga dan teman-teman bisa melihat. Begitulah cara kita berkomunikasi saat ini--tak perlu menelepon," kata Mehmet Dawud, seorang mahasiswa asal Turki, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (5/10).
Bagi banyak orang, foto selfie adalah bagian dari keinginan untuk pamer pengalaman dengan teman-teman atau keluarga terdekat.
"Selfie adalah sarana untuk mengabadikan ingatan dengan cara unik. Haji selama ini dipandang sebagai ibadah serius dan hanya buat orang tua. Selfie membuat haji tampak keren," kata Amir Marouf, arsitek asal Mesir berusia 30 tahun.
Namun bagi ulama Saudi yang beraliran garis keras Wahabi, mereka mengecam foto selfie saat pelaksanaan haji. Mereka menganggap selfie adalah pelanggaran dan mengabaikan sunnah Nabi.
Di dalam Masjidil Haram jamaah terkadang bisa mendengar seorang ulama menghardik orang-orang sedang berfoto selfie. "Yang khusyuk! Beribadah jauh lebih penting."
Sebagian ulama Saudi lain melihat fenomena selfie tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
"Tak ada yang salah dengan foto selfie. Orang hanya ingin bersenang-senang dan mengingat pengalaman di tempat suci," ujar Abdallah bin Ali Basfar, dosen agama di Kota Mina.
Di depan Kabah di Masjidil Haram, para jamaah kini kerap menyempatkan waktu berfoto selfie dengan memakai ponsel.
"Saya berfoto selfie dengan latar belakang Kabah buat dipajang diFacebook supaya keluarga dan teman-teman bisa melihat. Begitulah cara kita berkomunikasi saat ini--tak perlu menelepon," kata Mehmet Dawud, seorang mahasiswa asal Turki, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (5/10).
Bagi banyak orang, foto selfie adalah bagian dari keinginan untuk pamer pengalaman dengan teman-teman atau keluarga terdekat.
"Selfie adalah sarana untuk mengabadikan ingatan dengan cara unik. Haji selama ini dipandang sebagai ibadah serius dan hanya buat orang tua. Selfie membuat haji tampak keren," kata Amir Marouf, arsitek asal Mesir berusia 30 tahun.
Namun bagi ulama Saudi yang beraliran garis keras Wahabi, mereka mengecam foto selfie saat pelaksanaan haji. Mereka menganggap selfie adalah pelanggaran dan mengabaikan sunnah Nabi.
Di dalam Masjidil Haram jamaah terkadang bisa mendengar seorang ulama menghardik orang-orang sedang berfoto selfie. "Yang khusyuk! Beribadah jauh lebih penting."
Sebagian ulama Saudi lain melihat fenomena selfie tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
"Tak ada yang salah dengan foto selfie. Orang hanya ingin bersenang-senang dan mengingat pengalaman di tempat suci," ujar Abdallah bin Ali Basfar, dosen agama di Kota Mina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar